EVERYDAY STARTS AT THE MIDNIGHT

Monday, October 17, 2011

English Slang and Colloquialisms

Here's i present you a selection of good fucking material stuff of mine, kinda book. u can catch the very awesome dictionary of slang here, and u are able to immediatly find da term u re lookin for. just because slang is informal, often entertaining language. so u can now understand eminem lyrics easier, or any other rap song lyrics, such as 50 cent,lil wayne etc.as we knew already american slang is convenience language ta be used in daily life. so i wish you the best of luck for future projects! masta it and be kewl hommey! catch ya later

just mo'fuckin' download it HERE

References :
www.englishdaily626.com
www.peevish.co.uk
www.manythings.org

Monday, July 18, 2011

HA.EK JUIIH




Serupa vampir pesakitan,
yang beraroma lebih busuk dari selokan.
Serupa mayat berkeliaran,
Mengeksplorasi ruang dengan kain kafan di badan.
Hidup murahan yang dilanda kemiskinan,
Terperangkap di kubangan serupa jamban,
dan hanya menunggu proses pembusukan.
Terbuang, serupa penampakan-penampakan bersampul kutukan.
Menjelma setan yang betah sembunyi di balik seragam,
mengusung kuasa dan meminta patuh semua nyawa.
Meracau genangan kata-kata seanyir sampah,
bidani gundukan bacot bau tengik cairan jigong,
lari setelah menggonggong.
Back up pola tingkahmu adalah akumulasi omong-kosong.
Membanyol menyamankan posisi dibawah jubah yang kau pakai.
untuk setiap oponen kau ciptakan jurang pemisah
membenarkan semua prasangka,
mempermainkan nasib kami serupa ramalan cuaca
Aaaaaaarrrrgggghhhhhh........
c'mon.....!
kalian boleh datang bertiga, lusa berlima
ribuan kapanpun akan aku terima.....!!!!

Kau ini bagaimana??????
Aku kau suruh menghormati hukum
Kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin
Kau menyontohkan yang lain

Aku kau larang berjudi
Permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggung jawab
Kau sendiri terus berucap Wallahu a'lam bissawab
Aku harus bagaimana??????

Aaaaaaaarrrrgh..................!
GET OUT OF MY YARD OR I'LL THROW A HAMBURGER AT YOU!!!!

22:01 17/07/2011 Ngijo Malang

Saturday, July 16, 2011

AFTER LIFE


Oleh : Mukhlis Rifani

Seminggu ini aku sangat di manjakan dengan alunan lagu Barry Manilow – Cant Smile Without You, melejit naik daun. Entah, Homicide turun tangga dari top position, dan Eminem seminggu tidak mengalun. Tapi aku tidak menceritakan lagunya Barry, hanya saja saat aku menulis tulisan ini, hingga indikator volume memerah dia berdendang tiada henti. Seperti biasa, hari ini awal aku ngajar setelah 3 minggu liburan. Serasa berat melepas liburan kali ini, Happy so. Hingga sore aku pulang, ya… Seperti halnya hari-hari kemarin, ibu kos menawariku makan, dan aku tidak akan menolak. Ibu dari 3 orang anak ini melakukan peran keibuan dan pranata sosial yang cukup mengesankan. Disinilah aku mengawali tulisan di tengah kesibukan yang berkesinambungan. Berawal saat aku telah menghabiskan makan soreku, lagu ini masih saja menjadi hits di sela kunikmati sore dengan sebatang rokok.
Seorang wanita baya muncul dengan rantang (jawa : tempat makanan) di tangannya, santun, dan aku sangat mengenali keramahan itu dari wajahnya, so smily. Tanpa basa-basi ia masuk rumah, dan aku bisa menebak betapa familiernya keberadaan dia di keluarga ini. Kejadian ini hanya berlalu sesaat, begitu setelah dia melimpahkan dan berbagi berkah dan kebahagiaan langsung bergegas pulang. Pemandangan itu tidak mengalihkan diriku untuk tetap menjaga indah soreku. Masih segar ingatan wajah sesosok wanita tersebut, tanpa sadar ibu kos sejenak duduk di sampingku dan membuka dialog, dan tanpa aku duga adalah sebuah rahasia, dan sebenarnya aku bahkan tidak perlu mengetahuinya. Barry masih belum berhenti menyanyi, aku mulai menyimak dialog yang aku rasa menarik, indikator menghijau ku lirihkah lagu.
“Dia adalah yang pertama” ibu kosku lirih membuka percakapan,
“Oh iya bu…..!!?” aku menanggapinya dingin tanpa penasaran.
“Ya Om” begitu sapaan akrab beliau, dan beliau sudah menganggapku seperti putranya sendiri.
“Aku tidak sama sekali ada niatan merebut darinya” dia mencoba mengurai pernyataan awalnya. Nyanyian terhenti, Barry pun terdiam, sepenuhnya fokus pada keingintahuan kami yang sangat mendalam.
“ya bu saya mengerti” sambutku.
“Sampai saat ini juga, hubungan kami sangat baik, kebaikan itupun bercabang dengan anak-anakku” kata beliau. Aku menghela nafas, terkejut ku perbaiki posisi dudukku, agar lebih konsen kudengar kata-kata yang keluar dari hatinya.
“Kadang akhir yang baik membuat semuanya berjalan baik pula” ku coba meraba arah perbincangan kami dan tidak mencampuri lebih jauh,aku mulai meracau.
“Bahkan sampai sekarang, hajatan sekecil apapun, dia berbagi dan tak pernah lupa keluarga di sini” imbuhnya.
“Dia datang sebelum aku, tetapi selama setahun, namun belum dikaruniai seorangpun anak” beliau mencoba membela diri. mungkin, beliau ingin aku mengetahui tentang dirinya sebelum aku mengetahui dari orang lain. Aku tak pernah mengerti apa maksud beliau. Yang jelas hubungan harmonis antara kedua keluarga terbingkai manis. Perlahan beliau meninggalkanku dan seakan menyuruhku mengintepretasikan sendiri perbincangan singkat kami.
“No one can understand and communicate with himself like other themselves” Tak ada yang mempu memahami dan mampu berkomunikasi dengan diri sendiri sebaik orang itu sendiri. Sikap acuh ini ku singkirkan sedikit demi sedikit untuk mencoba membaca dan memahami orang-orang di sekitarku. But the question remains and stains me, what are all about? Alright….. I got another story to tell. Sebelum kuambil garis merah, aku akan mencoba menggambar alkisah dari seorang sahabat, dan ku mengenalnya cukup dekat, sampai saat ini syukurnya dia sudah menikah. Hanya, konon ada hubungan sebelum stat dia sampai saat ini, mereka mengawali jalinan hubungan antara keduanya indah, rajutan cinta menghiasi kedua anak muda yang dirudung asmara. Setiap epilog rajutan perjalanan, mereka rangkai dengan hiasan, materi cinta ala Samson dan Delilah atau Romeo dan Juliet, adalah sebuah proses bangun ruang untuk masa depan. Tunggu dulu! Awal yang berkilau belum berarti berakhir memukau, lebih gawat lagi, riwayat kasih rajutan asmara menyisakan puing nestapa, pupus harapan sirna, Sumpah serapah terucap lantang menganga “aku tidak akan memaafkanmu selamanya……!” “aku juga menyesal telah mengenalmu” begitulah baku tembak antar keduanya, itu hanya sepenggal percakapan antara mereka. Sampai saat inipun tak pernah ada lontar tanya walau cuma canda. Aku hanya bisa menyayangkan mengapa berakhir mengenaskan.
Sekarang ku akan mencoba menarik sebuah korelasi antara kedua kisah di atas! Apakah anda tahu apa yang saya khawatirkan sejak awal dari semua kisah-kisah yang ada???? Saya Cuma mengkhawatirkan sebuah akhir dari suatu cerita! Akhir cerita sangat mungkin berpengaruh pada kehidupan selanjutnya. Setiap hari kita dilahirkan, baik dan buruknya pasca kematian tergantung “akhir cerita” sebelumnya. Yeaaaaah …….. I think.

Hey Barry…..! lets keep the song swingin’ buddy
You know I can't smile without you
I can't smile without you
I can't laugh and I can't sing
I'm findin' it hard to do anything
……..
Wa la-l akhirotu khoiru-l-laka minal uula

20:25 13/07/2011 karangplaza malang

Friday, May 20, 2011

Superhero Kocak



Mukhlis Rifani

Layaknya melihat superhero di film-film anak, kita semua sadar bahwa film yang kita tonton selalu mempunyai seorang pahlawan. Film yang menarik buat anak akan selalu menjadi favorit, adalah ketika seorang anak bisa menjadi bagian dari film yang mereka saksikan, terutama pahlawan, sang pembasmi kenjahatan. Lagi, pahlawan harus mempunyai tanda khusus, dengan kostum khas pahlawan mereka, disitulah letak batas perbedaan antara pahlawan dan sipil yang sangat ketara. Pahlawan di film tersebut selalu menyajikan sebuah aksi menarik, ya… mereka gagah pantang menyerah membasmi tindak kriminal penjahat. Karena setiap episode, pahlawan tidak pernah sepi dari orang jahat. Dengan begitu, posisi pahlawan tidak akan tergantikan sebagai pujaan penonton setianya, manis.

Saya punya cerita yang harus saya pahami. Saya melihat banyak tempat, begitu halnya dengan pahlawan-pahlawannya. Sebagian pahlawan diakui, sebagian mengemis eksistensi, banyak yang beli (status), tidak sedikit yang rugi, sebagian betah-an, yang lainnya gugur menggenaskan, hingga yang mati-matian berjibaku berperang melawan malu. Ini adalah segelintir kisah superhero di sekitarku, yang mencoba sembunyi dan menyembunyikan ketakutan-ketakutan dibalik kostum pahlawan, hingga mungkin mereka harus membuat “pengakuan terhadap diri sendiri”, apabila pengakuan dari orang lain tak kunjung datang, ironis.

Bad news is good news, itu yang diyakini media dan diamini masyarakat kita. Berita negatif lebih mempunyai tempat di hati masyarakat. Walaupun, sesuatu yang negatif tidak selamanya memiliki kapasitas terbalik. Dan kalimat itu juga nampak menawan untuknya sebagai seorang pahlawan. Bagi pahlawan, mereka akan terus menjadi pahlawan, asal tidak sepi dari penjahat dan ramai “berita hangat”, maklum pahlawan kita kali ini emang paling demen sama gosip. Pahlawan memang tidaklah seperti episode demi episode di film Spiderman atau Hancock, yang hampir tidak ada waktu nganggur. Begitu sulit baginya untuk menanggalkan status yang kadung disandangnya, berat, tapi bagaimanapun, memang harus dipertahankan, tragis.

Nah, permasalahan datang saat tidak lagi ada penjahat, maka pahlawan juga tidak lagi dibutuhkan. Disinilah dia bingung, ambisi tak terbendung. “Akankah dia akan terus menjadi pahlawan?” Atau “menanggalkan status yang selama ini sudah di emban?”. Jawabannya “dia akan terus bertaruh untuk keamanan di teritorinya”. Gundah, resah, rasa aman yang terlalu panjang lambat laun akan mengubur identitasnya, itu tidak boleh terjadi. Siasat ini mungkin jitu, kejahatan harus tetap ada, agar status pahlawan tidak pernah sirna. Disini kejahatan harus diciptakan, kejahatan buatan kombinasi skema rakitan, sekalipun harus mengorbankan hubungan suatu pertemanan, sikat ya sikat. Maka pahlawan akan terlahir dari kerongkongan korban, buah dari skema fiktif kombinasi rakitan. Hanya dengan mem-blow up keburukan yang ada di dalam, akan menjaga eksistensinya, sadis.

Bukan Peter Parker, bukan pula Hancock. Jika Peter lebih memilih untuk menanggalkan kostum spidermannya. Menyakitkan dan tidak mengenakan. karena dengan kekuatannya, dia “harus” mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya. What uncle Ben told ya: “son, with the great power comes great responsibility”. Ya, mungkin dia masih terlalu muda untuk mengambil keputusan demi keputusan yang berat di kehidupannya. Lagian, kekuatan Peter didapat secara mendadak. Pahlawan juga butuh mental kali ya! Memang terkesan plin-plan, tapi, he must hurt in order to grow. Will Smith di filmnya Hancock, lebih acuh, walaupun sebenarnya Will Smith sadar dengan kemampuannya, tapi dia memilih kehidupan tanpa beban. Berbanding terbalik dengan spiderman, dari awal memang Hancock dilahirkan dengan super Powernya. Dia nggak perlu repot wasting his talent, memakai costum, jersey, emblem dan terlalu sok sibuk hehehehe, apa adanya dia, dan he is the man, ins’t! namun Pahlawan juga butuh moral kali ya! Seperti, Amien Rais, hahahahaha.

Finally, Antara Peter Parker dan Hancock tetap mendapat tempat di hati penggemarnya. Yaaaah itu kan film, dan kita tidak hidup disana, kehidupan kita nyata. Tapi ya sudahlah, saya Cuma ingin memahami pahlawan kali ini, dan dunia pada umumnya. Karena hidup dan dunia lebih dari sekedar untuk dimengerti. Dunia kita, ya, dunia kita bukan dunia yang mesti mengabaikan bingung dan bukan juga dunia yang mengedepankan pengertian, habis.

Friday, May 13, 2011

Rock Harder Party Harder





i saw many faces with the sadness arround, i saw faces cant really fucking hide da feelin of havin a good time. neither do i. Both two feelin' spreadin' arround me. But i show so insensiive in ma damn self. heres da causes. It start with, a day after ma closest frend wedding day, they share many things with me, in order to make me curious, they told through intimacy night with his newest lovin companion. u know, those story fool me! and i dun fuckin' care with those shits, preachin-to-the-converted bullshit. i got ma inner strength holding incursion of useless preachin on me . look mothafucka i do rock more harder than america doin damage..... u know what happiness mean to ya! its not da matter she can jump on your dick all along night. its da matter how much time spent usefully fun and joy. further ado, with cup of coffee on ma desk, i fuckin' put rap music in steady motion here in ma room, with albert camus novel wide open. hell yeah stick of cigarette i couldnt neva forget. can u imagine where u at that time dog???? im in heaven. the most beautiful time than any other time. and now i'd better loose ma mind ta think how much he, friend of mine on her with many posses. hahahahah. its rude, told such that fucking story. think about it! getting hot here mothafucka', by the way, i just fucking love watchin happy face on 'em. cuz it wut he want right!! such his age,it been so long ta wait till he had it now. finally.

kinda whack. with da different circumtance, i realize nothin more significant act ta do here on this condition. i hate it so fucking bad dog! heres da message, u know. . when u feel lot of uncertain feelin, u have ta know ur own seat and actually ur music, like i said. confortable place to take, make those unknown feelin disappear, get it from our head out. at least, i know me well than anyone else. there must be a precise pretty day comin' proud right next to me, "da girl with wings" flies with me through da mornin star above constellation, i needa good preparation ta make it smoother. no one can provoke ur vision.with da hating better stop. ya ought to continue ur step forward. no matter it takes.

well ma fren, this is da way must taken. u do ur part, neither do i. well, its hard to decide, ummmm just like a pages u have ta write day to day, idea!!!! hell yeah, with it u can survive like revival until we're old and grey. u have ur own call here ta make, get a ride on earth! can u find it edge? i guess not. let it found by it damn self, and then u just fucking realize, at that time u're on the edge of wut u fight for. through the ages spilled onto pages. just let it flow motherfucker!

ngijo karangplaza 23:26 12/05/2011 malang

Saturday, November 20, 2010

My sanity



kau yang membangkang berdiri di jalur ordonansi
visualisasi dua dunia dibawah alurmu, kami tumpuk ambisi
kami coba campur minyak dan air, dengan sabun pun sebenarnya mimpi
perihal memberi kepuasan, bukan eksploitasi
untuk setiap detik yang berlari, aku memujimu ribuan kali
di atas sakramen semesta, aku mengutukmu tiada henti
aku menyensor kesadaran benakku agar menemukan maknanya sendiri
aku yang berelegi menziarahi api, terbakar dan tersisih
kami yang pergi tak pernah tahu kapan terhenti
aku yang telah menebar bensin dan kau mematik api
di antara tepian semesta, kami melompat di antara konstelasi
mencuri materi, lekang kali pertama menyatu bersinergi
serpihan kata hati yang mencoba menghalangi
tak kuasa, bara hasrat di jiwa meledak mendominasi
keep it that way, it keeps my sanity

continue wooooooaaaam 21:02 20/11/2010